Header Ads

Ad Home

Presiden Jokowi Tidak Mau Bertemu Dengan SBY, Ini Alasannya

NegeriNews - Saat ini Bangsa Indonesia sedang dilanda kekisruhan, terdapat perbedaan sudah biasa dialami dan terjadi di bangsa ini.  Beragam budaya, suku, bahasa dan agama merupakan kekayaan dan karunia yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Keragaman ini terawat dan saling menghormati satu sama lainnya dibawah naungan Pancasila yang sama-sama kita junjung tinggi, karena merupakan pengikat keberagaman menjadi sebuah ikatan Bhineka Tunggal Ika.


Namun belakangan ini, Indonesia mulai ada yang memecah belah, mengadu domba saling menghina dan menghujat yang itu jauh dari sifat bangsa Indonesia yang terkenal dengan keramahan dan kesantunannya. Pasca kejadian penodaan agama yang dilakukan oleh salah satu kandidat gubernur DKI yang sampe saat ini proses hukumnya masih berlangsung, banyak orang yang saling membela dibelakang kubu yang mendukung dan menentang aksi penodaan agama.

Diluar itu semua, hal yang disayangkan juga terjadi pada 2 orang tokoh terbaik dari bangsa ini, yaitu Bapak Jokowi dan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Keduanya tidak begitu harmonis, terlihat dari sebuah pernyataan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono yang berkeinginan untuk bertemu dengan Presiden Jokowi belum terlaksana. Diduga ini yang menyebabkan Jokowi tidak mau bertemu dengan SBY.

1. Mempunyai Agenda yang padat dan membutuhkan prioritas utama
layaknya Jokowi yang dulu di demo oleh para ulama dan jutaan masyarakat tetapi beliau malah kunjungan ke bandara Soekarno Hatta

2. Sudah Menjadwalkan, tingga menunggu waktunya
Presiden akan hadir disaat yang tepat dan sangat-sangat genting.

3. Belum Tersampaikan oleh pejabat/mentri yang terkait kepada Presiden
Masih dalam proses di aturan administrasi (prosedur)

4. Menjaga netralitas dari suasana Pilkada 

Dari empat hal tersebut, apapun alasanya jika memang niat Pak SBY ingin memberikan masukan/saran untuk perbaikan bangsa ini. Alangkah baiknya direspon cepat oleh Bapak Presiden Jokowi.
Semoga Bangsa Ini menjadi bangsa yang kuat dan kembali harmonis penuh kesantunan dan saling menghargai. Keberagaman ini adalah anugrah yang harus dijaga. 


[NegeriNews]
Baca Juga

Powered by Blogger.